pagi tadi pagi telat bangun, subuh lewat
ingin bernyanyi suara tak bunyi
mentari pagi mentertawakan menyindir
usah pikirkan dia yang pergi i
masih ada disini lebih berseri mekar imaji
tak mampu menghibur diri hilang sudah
tak pernah diharap sudah janji
rumpang jua isi topi sudah direntang tali
persahabatan tak disini usah digaduh lagi
bersembunyi, biar matahari kehilngan
seluruh imaji dimuka bumi, hapus jejak
tikam detak kembalikan denyut nadi
biarkan kanak-kanak melompat pagar
bermain sendiri di garis demarkasi
***
liiiiiiiiiiiil laaaaaa liiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii haaaaaaaaaaaaaaaaa hiiiiii
ooooooowwwwwoooooowowowo woo
biar ular memeluk batang ketimbang bisa
menjalar melilit tubuh basuh luka usap muka
daun sirih merah bata puaaaaaaaaaaaaaah
***
terkepal juga tangan ayunkan kaki
sudah lama tak begini sudah diredam
petang pagi, tengah malam apalagi
Ya Aillah Ilahi o Rabbi Engkau Maha penguji
tau tak cukup disin tatap muka lagi
duduk bersimpuh tekuni mimpi
tau badan tak disini entah di langit tinggi
awang-awang cari mencari tempat
berlabuh istana puri lingkar gelang
gemerincing cing cing cing cing
Tidak ada komentar:
Posting Komentar