Kamis, 03 Mei 2012

Kembali ke Pangkal Jalan


Kembali ke Pangkal Jalan

Oleh Ahmad Gazali *(


Umpama induk ayam  hasil curian yang diperdebatkan anaknya halal atau haram,   padahal haram semuanya. Sesat diujung jalan kembali ke pangkal jalan. Pendiri negara telah mengantarkan kita ke pintu gerbang kemerdekaan. Belanda baru mengakui kemerdekaan kita secara de jure  tahun 2010. Tidak ada yang salah adalah tanggungjawab kita semua. Dengan semangat/ patriotisme berkobar dan merasa amat senang kita merasakan sudah betul-betul merdeka,
Ketika kemerdekaan diproklamirkan  pada tanggal  17 Agustus 1945 yang berlaku hukum penjajah untuk anak jajahan hingga kini belum kita ganti dengan hukum yang berdasarkan rasa keadilan bangsa Indonesia. Sepanjang hal tersebut belum diganti selama itu penjajah (penguasa) menjajah rakyatnya, kendati tidak punya niat menjajah.

Penjajahan merubah bentuk dari penguasaan pisik ke pengendalian ideologi terutama lewat dunia pendidikan. Kita menyaksikan aset asing di negeri kita tetap dikendalikan asing bekerjasama dengan penguasa (penjajah), dominasi barang Jepang sulit diingkari keberadaannya makin dominan . Mobil Esemka takkan pernah lulus uji emisi karena akan mengurangi isi kantong penguasa (penjajah). Penjajahan ideologi dimaksud bagaimana lulusan perguruan tinggi (PT) yang diharapkan sumber pencerahan masyarakat menjadi tumpul  terbukti tidak mampu menjawab persoalan bangsa karena kebanyakan  baru melahirkan akademisi foto copy dan yatim piatu  teknologi.
 .

Kita memerlukan  revolusi pemikiran artinya pola pikir alternatif untuk  mengejar kualitas,  memacu ketertinggalan dalam banyak bidang  terutama yang menyangkut hajat hidup orang banyak misalnya ilmu pertanian yang diajarkan di PT sudah ketinggalan 1.500 tahun serta penjurusan dari bawah. Buktinya tidak mampu menjawab persoalan tingginya ongkos produksi dan rendahnya jumlah hasil. Teknologi berperan menurunkan ongkos produksi dan meningkatkan jumlah hasil. Daya dukung tanah terus berkurang efek  menggunakan kimia tak beraturan dan luas lahan produktifpun terus berkurang untuk berbagai kepentingan.
 Begitu pula Institut Agama Islam maupun  Universitas Islam  tidak akan pernah melahirkan ulama karena belajar Islam dengan sistem pendidikan barat juga penjurusan dari bawah.Pembangunan mental kita harapkan dari lulusan  pendidikan tinggi agama tersebut tak bisa berharap banyak.

Kualitas akal yang digunakan cenderung kebanyakan sembarang akal separti akal-akalan, akal tergumpal (bingung), akal terbalik (gila). Kearifan dalam theosofi-tradisional menginsyaratkan agar kita menggunakan akal yang sebenar akal yaitu akal yang  dibimbing wahyu dan akan bertanya yaitu akal seorang ilmuan. Irrasionalitas musuh utama pendidikan telah mulai diajarkan pada tingkat kanak-kanak misalnya :belum pada tempatnya diajarkan  haram kali haram sama dengan halal ( -  x -  =  + ).
Kelompok tani dirusak mentalnya sejadi-jadinya, tanda tangani  10, diterima 2. Diadakan pelatihan lalu dibayar. Ketika ditanya sarjana agama, bagaimana masyarakat banyak membeli racun untuk tanaman yang akan dikonsumsi sama artinya membunuh diri pelan-pelan secara berencana, terang-terangan menzalimi diri. Jawabannya bukan bidang  mereka pada hal sangat banyak ayat-ayat dalam  Al Qur’an yang menyangkut air, tanah, udara, tanaman, ternak dan seterusnya. Ilmu yang diituntut belum dikaitkan dengan keyakinan.

Dalam dunia usaha keberhasilan disumbang oleh skill 9,5 %, managemen 27,5 % dan 63 % faktor mental. Bila dilakukan berjema’ah, atas jaminan Allah Swt akan mendapat keuntungan 27 derjat, kita artikan 2.700 %. Ditengah masyarakat   tidak gampang mengajak orang  berjema’ah dalam  berusaha. Berjema’ah baru dimaknai untuk ritual shalat di surau atau mesjid. Ibarat tanaman kambiumnya sudah begitu parah,  sulit ditumbuhkan. Ibarat orang yang sudah lama dipenjara, ketika pintu penjara dibuka, tak berdaya untuk keluar.

Soal konsep bagaimana membangun Indonesia tingginya sudah sampai di bulan, ketika dicari dimana dicobakan/ dilaksanakan sangat sulit mendapatkan action plannya. Ini menyangkut dunia PT yang dilakukan dosen kebanyakan memindahkan isi buku ke dalam batok mahasiswa, bukan membahas bagaimana pengalaman dari teori yang dibaca. Kita baru menghargai kertas belum menghargai kemampuan sehingga mereka yang memiliki kopetensi terabaikan.

Sudah waktunya kita mencari pikiran alternatif bagaimana mendudukkan kembali negara kedaulatan yang kita inginkan berdasarkan rasa keadilan bangsa Indonesia. Kita memiliki aset berharga yaitu hukum adat dan undang-undang kerajaan yang masih terbungkus dalam theosofi-tradisional tinggal lagi bagaimana menerjemahkan ke dalam bahasa kini serta mengawinkan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini sehinga diharapkan melahirkan bangsa dan negara Indonesia yang berkedaulatan sesuai yang kita kehendaki. Semoga !

*( Ahmad Gazali Konsultan Bioteknologi NT 45 di PT Nan Tembo (Economic & Engineering) Konsultan berdomisili di Padang



Selasa, 01 Mei 2012

Ombak Purus

Puisi Ahmad Gazali
Ombak Purus

semalam ombak purus memukul cintaku
pelabuhan muara nostalgia pernah ditambatkan cinta
kapal syarat muatan tak jadi berangkat embargo mengikat
buah pala, karet, pinang nawa,coklat, cpo
debu indarung menguak kabut timbunan kapal
aku ingat pelabuhan muara sakai para raja bermain dadu
menggelar tikar mempertaruhkan semangat
negeri sembilan gunung ini suatu saat nanti tetap dalam genggaman
ulanda bangun emma haven, di teluk bayur meminjam kata-kata bayur maninjau, cintaku juga tak mampu berlabuh

ombak purus
gudang-gudang pelabuhan muara saksi hidup himpunan segala bangsa
penjarah berkonglamerasi dengan penjajah baru, isi tengkoraknya telah di cuci, lanjutkanlah tugas suci, kopinya kirim ke kami dan daun mamahlah, melayu kopi daun. cecunguk cecunguk menjelma jadi penguasa baru, semangat baru. elite bangsa yang belum jadi lupa mengganti dengan semangat baru
tuan, kita serah- terima jabatan, yang kami perlukan cuma lidah panjang. baik tuan pribumi dengan suka hati lidah panjang kami tinggalkan. lanjutkanlah tugas suci. kami tunggu diseberang
ombak purus memukul-mukul cintaku
lewat tengah malam, tak ombak bersabung, hening
jejak-jejak penyair padang tertimbun disini
ha ha ha.............................................................?

SEPASANG MERPATI

Puisi : Ahmad Gazali
SEPASANG MERPATI

awalnya sepasang merpati terbang umpama adam mula bersua sitti hawa dari surga melayang menembus cakrawala ketinggian langit hanpa udara nafas sesak menukik tanpa memngibaskan kepak sayap basah meliuk tak seperti sediakala teruka tariki tarikh tamadunisasi puisi nusantara


makan di telapak tangan cucu adam terbang rendah jinak-jinak merpati

diusir tak mau pergi dipanggili hati sunyi udara bertuba makanan beracun air berdusta mengering tanah rawa sebiji kelapa jatuh tumbuh dimata daun ilalang ada muatiara lengket di leher babi hutan sungai memngalirkan magma hujan di musim kemarau menghanyutkan cita-cita

awalnya sepasang merpati umpama adam mula bersua sitti hawa dari surga waktunya tiba ke hulu dia ada


Padang, Pebruari 2012

Kamis, 09 Februari 2012

    • jaga diri,keluarga, kaum, bangsa dan negara. Disinilah perlunya benteng diri, keluarga dst.

      yang terjadi ditengah masyarakat kini adalah kemiskinan iman atau krisis kemimanan. miskin iman, miskin kata yang benar, miskin perbuatan dan meiskin pilihan berlanjut kepada miskin ilmu, miskin harta. akhirnya menjadi yatim piatu. yatim piatu tidak saja orang yang tidak ada lagi ibu bapanya, lebih luas, tidak memiliki imajinasi, ada lagi piatu dalam mental. kematian banyak lagi: mati akal, cerdik mulut, mati hati. ada orang yang kelihatannya cerdas, tapi kejam dan jahat.
      oleh karena itu kita diminta berprasangka baik kepada siapapun, apapun kecuali sudah ada indikasi atau tanda kejahatan akan dilancarkan. hati-hatilah.
      Kesemuanya ini dikatakan krisis kemanusiaan, dekadensi moral.negeri kita sudah sampai ketingkat parah sudah stadium sekian. ibarat tanaman kambiumnya sudah tak tertolong lagi.

      Untuk melahirkan ilmu-ilmu baru, munculkan teori gen, adanya perkawinan antara ilmu-ilmu lama (theosofi-tradisional )dengan ilmu-ilmu modern seperti yang tengah kita pelajari di perguruan tinggi dewasa ini.Bila belajar ilmu-ilmu tradisi saja atau ilmu modern saja akan melahirkan ilmuan fotocopy, hafis petatah-petitih. kebanyakan apa yang diucapkan tidak dimengerti oleh yang mengucapkan karena dia adalah robot.

      Kesarjanaan artinya menurut Aristoteles untuk kita jadi bijaksana (wisdom).

      Kriteria orang Minang :
      - ka langik saligi jantan
      - ka lauwk nangkodo baha
      - ka daraik sutan palangga
      - dirumah sutan sabirullah
      - duduk dibatu hamparan putiah.


      Metodologi buah kelapa :

      - sabuik manyabuik marapuang
      - tibo nan kareh badangkang
      - sampai di aia nan janiah
      - nan putiah dikukua (kukuran-qur'an)
      - diperas jadi santan-
      - disinggang jo api (ditempa)
      - jadi minyak
      - dibuang tai minyak.
      - inti minyak
      - dibalik minyak ada rahasia.

      Orang Minang melahirkan :
      - ahlul ish , ahli kerinduan
      - ahlul kias atau ahli tafsir
      -ahlul ada, ahli melatakkan agama dalam kehidupan

      ahlul is jatuh kepada alim ulama, ahlul kias jatuh kepada niniek mamak dan ahlul adat jatuh kepada cadian pandai.

      Niniek mamak= ahli kias= sumber kapital dari qarun
      Cadiak pandai= ahli adat= teknokrat dari ba'alam
      Alim ulam= ahli kerinduan kepada Sang Khalik, pemimpin dari fira'un

      Naik hajii ke Mekkah melempar 3 jumrah : menmgingatkan kita pada Fira'un, yang tidak boleh ditiru Firaun mengaku dirinya tuhan
      Qarun besar atau jumlah kunci hartanya sebesar bukit Tursina dan Ba'aklam karena hebatnya sesat Musa 40 tahun. Kata Jibril : Hai Musa engkau telah sesat 40 tahun, ingat ummatmu.
      Setaip kurun atau zaman Allah Swt tetap menghadirkan contoh-contoh Fiara'un, Qarun dan Ba'lam dalam kehidupan.


      Konfederasi 3 atau 4 nagari di Minangkabau seperti al : Sungai Tarap Tanah Datar konfederasi 3 nagari memiliki rumah gadang baanjuang dan memiliki 3 surau tepi air. surau 1 melahirkan ahlu ish, surau 2 melahirkan ahlul kias dan surau 3 melahirkan ahlul adat. tapi aia = ditepi ilmu.

      Ari Nur Pradina
      27 Januari
      Ari Nur Pradina

      apa landasan bg mengatakan cinta kepada lawan jenis adalah modal utama untuk mencintai orang tua sampai Allah SWT.

      Ahmad Gazali
      27 Januari
      Ahmad Gazali

      cinta itu adalah nafsu. nafsu bukan untuk dihabisi tapi dikendalikan.nafsu juga berguna untuk manusia melanjutkan generasi. nafsu ada 13 macam. nafsu untuk bisa berkomunikasi dengan Sang Khalik adalah nafsun muthma'innah, nafsu atau jiwa yang tenang. pelajari bermacam-macm nafsu.bagaimana mengendalikan nafsu. secara gariis besar ad nafsu jahat dan nafsu baik.nafsu-nafsu jahat hanya bisa dikekang dengan adat dan agam

  • 1 Februari
    Ahmad Gazali
  • SEPASANG MERPATI

    • Umat Islam tengah kehausan, yang didalam (InsyanulkamiL) tengah menjerit. Takuruang nak dilua, tahimpik nak diateh). Kalau kita mandi dua sekali sehari, diberi sabun, shampo, minyak harum. Yang di dalam juga minta diperlakukan demikian. Billa tidak, berarti kita tidak adil pada diri sendiri. Kalau pada diri sendiri tidak adil maka akan lebih tidak adil minta orang lain adil pada kita.

      Andaikata, si x kehilangan telur sepuluh dan induk ayam se-ekor. si y lewat didepan rumah x dari pasar membawa induk ayam seekor dan telur sepuluh biji. tetangga sudah mendengar si x kehilangan. oleh x dan tetangga tadi langsung merampas bawaan si y tadi serta mengeroyok. si y babak belur dihajar.

      setelah disidang-adatkan : si x betul kehilangan seekor induk ayam dan telur 10 biji. Ayam yang dibawa si y betul milik si x dan si y betul membeli ayam dan telur di pasar. kebetulan si y kenal siapa yang menjual ayam dan telur 10 tersebut. tapi apa hendak dikata, si y sudah babak belur. dan si x dan tetangga sudah terlanjut menghajar si y.

      mendengar cerita malin kundang, sewaktu kecil, kita anggap dongeng semata. setelah remaja, kita tahu melawan pada ibu. setelah dewasa, kita tahu cerita yang sama adalah melawan kepada ibu bapak, guru, bundo kanduang, para aulia lainnya, para nabi, Rasul Allah, akhirnya mambalakang ka langik/bangkang atau tidak mengikuti apa yang diperintahkan oleh Allah Swt.

      khabar (kaba) minangkabau berasal dari surau lalu turun ke halaman. di langik tabarito, di bumi jadi kaba. jadi ada proses transformasi dari bahasa langit (al qura'n) ke bahasa masyarakat.kaba mengandung nilai-nilai ajaran agama Islam. kaba salah satu alat dakwah.

      bila kita sembelih ayam, sesuai rukun dan syarat, sudah hala/syah untuk dimakan. kenyataannya harus dibersihkan dulu, dipotong-potong, diberi bumbu dan dan dimasak, baru boleh dimakan.begitu pula memahami bahas langit, bahasa al qur'an adalah bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi super canggih.

      barakik-rakik ka hulu (1), baranang-ranang ka tapian (2)
      basakik-sakik malah daulu (3), basanang-sanang kudian (4).
      orang kebanyakan akan mangakatan isi yang 3 dan 4
      orang arif bijaksana akan berpendapat isi 1 dan 2

      takilek ikan dalam lubuak, lah tantu jantan batinonyo (orang arif)
      takileh ikan dalam lubuak, jalo tibo (orang bijaksana)

      Orang bijaksana akan mengatakan, yang isi itu adalah barakik-rakik ka hulu, sebab barakik ka hulu menyonsong/ mendaki air dan di hulu yang dicari air yang jernih. Orang sufi meminum air putih dalam cangkir putih. dalam dunia pewayngan yang dicari rahwana : cupu manik astaghina/air hikmah/air kehidupan.

      ctt: cari buku :mukjizat air/ keajaiban air yang dikarang orang Jepang, sudah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia.

  • 1 Februari
    Ahmad Gazali
  • Ombak Purus

    Ombak Purus

    semalam ombak purus memukul cintaku
    pelabuhan muara nostalgia pernah ditambatkan cinta
    kapal syarat muatan tak jadi berangkat embargo mengikat
    buah pala, karet, pinang nawa,coklat, cpo
    debu indarung menguak kabut timbunan kapal
    aku ingat pelabuhan muara sakai para raja bermain dadu
    menggelar tikar mempertaruhkan semangat
    negeri sembilan gunung ini suatu saat nanti tetap dalam genggaman
    ulanda bangun emma haven, di teluk bayur meminjam kata-kata bayur maninjau, cintaku juga tak mampu berlabuh

    ombak purus
    gudang-gudang pelabuhan muara saksi hidup himpunan segala bangsa
    penjarah berkonglamerasi dengan penjajah baru, isi tengkoraknya telah di cuci, lanjutkanlah tugas suci, kopinya kirim ke kami dan daun mamahlah, melayu kopi daun. cecunguk cecunguk menjelma jadi penguasa baru, semangat baru. elite bangsa yang belum jadi lupa mengganti dengan semangat baru
    tuan, kita serah- terima jabatan, yang kami perlukan cuma lidah panjang. baik tuan pribumi dengan suka hati lidah panjang kami tinggalkan. lanjutkanlah tugas suci. kami tunggu diseberang
    ombak purus memukul-mukul cintaku
    lewat tengah malam, tak ombak bersabung, hening
    jejak-jejak penyair padang tertimbun disini
    ha ha ha.............................................................?

    Segitiga Bermuda

    Puisi Ahmad Gazali

    Segitiga Bermuda
    (umbu,sri,mas jali)
    kuda-kuda berlari melompati batu dan gunung pulau sumba
    umbulanduparanggi bergegas pakai sarung dari yogya
    ramburnya yang panjang sebahu menutupi wajah tak berdarah
    basah kuyub bermandikan keringat tak lagi nestapa bianglala
    ringkik kuda berGidik bulu roma kata-kata mengalir bagai mantra
    hutangku padamu topi yang terbuat dari bulu kuda belum juga
    kukirim aku terpana bulu kudaku tak ada
    mungkin dulu cerita nenekku pengembala kuda untuk pacu bukan
    untuk memmanjangkan bulunya.

    umbulanduparanggi tidur terlelap di bangku panjang terminal ubung
    sehabis bercumbu di pantai kuta: gerson poyk, agus vrisaba, putu arya tirtawirya memandang sepeda onta tunggangan agus vrisaba dari tabanan.
    aku masih termangu seperti yatim piatu kehilangan segalanya memandang kiri kanan mencari bulu kuda- mengenang jiwa melata nasib si bujang swasta.aku jadi ingat padamu sri wahyuni pemicu semangat dikala renta
    ada-ada saja, aku di padang terbuka, kau tak di sumba, pantai kuta segitiga bermuda. sri wahyuni asli sumatera jangan kau hentikan menggosok punggungku.
    umbulanduparanggi bukankah kita janji hanya ketemu dalam karya
    (umbu,sri,mas jali)
    kuda-kuda berlari melompati batu dan gunung pulau sumba
    umbulanduparanggi bergegas pakai sarung dari yogya
    ramburnya yang panjang sebahu menutupi wajah tak berdarah
    basah kuyub bermandikan keringat tak lagi nestapa bianglala
    ringkik kuda bergidik bulu roma kata-kata mengalir bagai mantra
    hutangku padamu topi yang terbuat dari bulu kuda belum juga
    kukirim aku terpana bulu kudaku tak ada
    mungkin dulu cerita nenekku pengembala kuda untuk pacu bukan
    untuk memmanjangkan bulunya.

    umbulanduparanggi tidur terlelap di bangku panjang terminal ubung
    sehabis bercumbu di pantai kuta: gerson poyk, agus vrisaba, putu arya tirtawirya memandang sepeda onta tunggangan agus vrisaba dari tabanan.
    aku masih termangu seperti yatim piatu kehilangan segalanya memandang kiri kanan mencari bulu kuda- mengenang jiwa melata nasib si bujang swasta.aku jadi ingat padamu sri wahyuni pemicu semangat dikala renta
    ada-ada saja, aku di padang terbuka, kau tak di sumba, pantai kuta segitiga bermuda. sri wahyuni asli sumatera jangan kau hentikan menggosok punggungku.
    umbulanduparanggi bukankah kita janji hanya ketemu dalam karya