Puisi Ahmad Gazali
Ombak Purus
semalam ombak purus memukul cintaku
pelabuhan muara nostalgia pernah ditambatkan cinta
kapal syarat muatan tak jadi berangkat embargo mengikat
buah pala, karet, pinang nawa,coklat, cpo
debu indarung menguak kabut timbunan kapal
aku ingat pelabuhan muara sakai para raja bermain dadu
menggelar tikar mempertaruhkan semangat
negeri sembilan gunung ini suatu saat nanti tetap dalam genggaman
ulanda bangun emma haven, di teluk bayur meminjam kata-kata bayur maninjau, cintaku juga tak mampu berlabuh
ombak purus
gudang-gudang pelabuhan muara saksi hidup himpunan segala bangsa
penjarah berkonglamerasi dengan penjajah baru, isi tengkoraknya telah
di cuci, lanjutkanlah tugas suci, kopinya kirim ke kami dan daun
mamahlah, melayu kopi daun. cecunguk cecunguk menjelma jadi penguasa
baru, semangat baru. elite bangsa yang belum jadi lupa mengganti dengan
semangat baru
tuan, kita serah- terima jabatan, yang kami perlukan
cuma lidah panjang. baik tuan pribumi dengan suka hati lidah panjang
kami tinggalkan. lanjutkanlah tugas suci. kami tunggu diseberang
ombak purus memukul-mukul cintaku
lewat tengah malam, tak ombak bersabung, hening
jejak-jejak penyair padang tertimbun disini
ha ha ha.............................................................?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar